EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI JAWA TIMUR

PBB Jatim

Press Release
DPW PBB Jawa Timur:

13 April 2020

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

  1. Bahwa pada Sabtu, 28 Maret 2020 DPW Partai Bulan Bintang telah menulis surat kepada Gubernur Jawa Timur, perihal Antisipasi Dampak Terburuk Covid-19. Surat dengan nomor B-019/PWJTM-Sek/VIII/1441 tersebut telah diterima pihak Kantor Gubernur Jawa Timur pada Senin, 30 Maret 2020.
  2. Bahwa surat tersebut bersifat tertutup oleh karena kami memandang isinya berupa masukan kepada Gubernur Jawa Timur dalam mengambil langkah-langkah kebijakan menghadapi merebaknya wabah virus corona. Oleh karena itu surat tersebut tidak dipublikasukan kepada umum.
  3. Bahwa hingga hari ini, Senin, 13 April 2020 surat kami tersebut belum mendapat respon sewajarnya dari pihak Gubernur Jawa Timur. Kami memahami situasi yang kurang memungkinkan bagi Gubernur untuk merespon setiap masukan dengan cepat. Disamping pula, barangkali masih menemui kesulitan dalam mencari dasar hukum untuk merespon usulan kami. Seperti diketahui, Presiden juga baru memutuskan mengambil kebijakan PSBB pada esok harinya, Selasa 31 Maret 2020.
  4. Bahwa dari semula kami sangat berharap dan percaya Gubernur dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menghadapi merebaknya virus corona ini. Namun ternyata, dalam waktu 2 (dua) minggu ini telah terjadi lonjakan jumlah korban covid-19 yang sangat menakjubkan dan memerlukan perhatian yang sungguh serius. Ini menunjukkan bahwa langkah yang ditempuh selama ini belum bisa dikatakan berhasil.
  5. Bahwa pada tanggal 28 Maret 2020, sebaran data Covid-19 di Wilayah Jawa Timur adalah:
    a. ODP : 4.568 orang.
    b. PDP : 307 orang.
    c. Positif : 77 orang.
    d. Sembuh : 8 orang.
    e. MD : 4 orang.

Sedangkan sebaran data hingga sore hari ini, Senin, 13 April 2020 adalah:
a. ODP : 14.092 orang (melonjak 308,5%)
b. PDP : 1.383 orang (melonjak 450,4%)
c. Positif : 440 orang (melonjak 571,4%)
d. Sembuh : 73 orang (meningkat 912,5%)
e. MD : 30 orang (meningkat 750%)

  1. Bahwa sementara itu dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, selain banyak yang mematuhi anjuran untuk tinggal di rumah, kita juga melihat tidak sedikit masyarakat yang keluar rumah dengan berbagai sebab baik yang penting maupun tidak, bahkan sama sekali tidak penting. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua masyarakat bisa diberi kepercayaan secara mandiri untuk menghadapi bahaya yg mengancam kita semua ini.
  2. Bahwa oleh karena setelah melewati masa 2(dua) minggu kami menyampaikan surat tertutup yang belum mendapatkan respon, sementara lonjakan korban yang terjadi begitu merisaukan, ditambah lagi perilaku sebagian masyarakat yang masih terkesan (dan sebagian lagi terpaksa) mengabaikan himbauan penyelamatan yang ada, maka bersama ini kami merasa perlu membuka kembali surat kami tersebut, dan berharap Ibu Gubernur dapat betul-betul memikirkan langkah antisipasi menghadapi RESIKO TERBURUK dari wabah covid-19 ini.
  3. Resiko terburuk yang kami maksud telah kami sampaikan dalam surat kami tersebut. Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan untuk ditempuh juga sudah kami sampaikan pula. Kami berharap hal tersebut dapat dipahami dan dipertimbangkan.
  4. Bahwa sewajarnya dalam menghadapi wabah penyakit, dari berbagai opsi antisipasi yang mungkin diambil, haruslah dimulai dari langkah antisipasi yang paling ketat, kemudian berangsur diperlonggar sesuai perkembangan membaiknya situasi. Jangan dibalik: menunggu situasi genting dahulu baru mengambil langkah ketat. Korban terlanjur banyak, wabah terlanjur meluas dan mungkin tidak bisa lagi diatasi. Senyampang situasi masih bisa dikelola, alangkah bijaksananya bila segera memutar haluan mengambil langkah yang lebih radikal.
  5. Apapun istilahnya, yang pasti semua kegiatan masyarakat diluar rumah harus dibatasi dengan ketat, tegas, dan serentak di seluruh Jawa Timur, untuk kurun waktu tertentu. Selama kurun itu, semua kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi secara cuma-cuma oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Tanpa pandang bulu. Walaupun biayanya relatif lebih besar, namun perang kita melawan covid-19 ini bisa lebih terarah dan terukur. Jika dilaksanakan dengan disiplin tinggi, insyaallaah dalam waktu 20 hingga 30 hari kedepan perang ini dapat kita menangkan. Dan kami berharap Gubernur Jawa Timur adalah Panglima yang memimpin kemenangan pertempuran itu.

Demikian, sebagian besar hanya mengulang isi surat yang telah kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Surabaya, 13 April 2020

Dewan Pimpinan Wilayah
PARTAI BULAN BINTANG
Provinsi Jawa Timur

Ir. H.M. Masduki, SH.
Ketua

Mohammad Ilyas, SH.
Sekretaris