Imigrasi Surabaya Antisipasi Arus Balik H+4 Lebaran di Bandara Juanda

SIDOARJO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, melalui Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Juanda menambah jam pelayanan menjelang arus balik lebaran 2019 yang diprediksi terjadi pada Sabtu hingga Minggu 8-9 Juni 2019.

“Penambahan jam pelayanan ini sebagai bentuk dari antisipasi jika keberangkatan penumpang terjadi diwaktu yang sama,” ujar Tatang Suheryadin, Kabid TPI Kanim Surabaya, Sabtu (8/6/19).

Menurut Tatang, momen arus balik lebaran ini berpotensi melonjaknya keberangkatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Kondisi tersebut juga bakal berdampak pada urusan terkait keimigrasian. Untuk itu kami (Bidang TPI Kanim Surabaya,red) telah mengantisipasinya dengan mempersiapkan peningkatan pelayanan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di internal Imigrasi,” kata Tatang.

Dia menjelaskan bahwa, sistem pelayanan di imigrasi di Bandara Juanda terus ditingkatkan. Saat ini sudah ada 11 counter pelayanan yang dibuka pada momen Lebaran ini.

“Ada 5 counter di pintu keberangkatan dengan tersedia 10 booth. Sedangkan untuk pintu kedatangan tersedia 6 counter dengan jumlah booth sebanyak 12,” jelasnya.

Untuk SDM, lanjut kata Tatang, petugas yang berada di pintu keberangkatan dan kedatangan sangat menjaga determinasi kerja sehingga tidak memperlambat sistem. “Dari sistem dan SDM yang ada, mudah-mudahan tidak ada stagnansi dalam pelayanan kami terhadap WNI yang balik ke negara tetangga,” tambahnya.

Diperkirakan, ada sekitar 10 ribu WNI yang akan balik ke negara tetangga. Namun, Tatang tidak menjelaskan secara pasti kapan puncak kepadatan. “Untuk hari ini dan kemarin jumlah penumpang arus balik melalui Bandara Juanda sudah mencapai 5043 penumpang. Sedangkan untuk kedatangan sebanyak 5548 penumpang,” paparnya.

Sebelumnya, menurut Legal and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Juanda Yuristo Ardhi mengatakan, untuk tahun 2019 pergerakan pesawat sebanyak 410, sementara penumpang 54.145 orang, dan cargo 205.636 kg. Sementara dari traffik di tahun 2018 jumlah pergerakan pesawat sebanyak 472, sedangkan penumpangnya 61.434 orang dan cargo sebanyak 307.905 kg.

“Dari data ini menunjukkan pengguna jasa angkutan lebaran 2019 melalui Bandara Juanda mengalami penurunan, namun untuk per harinya ada peningkatan,” kata Yuristo, Minggu (2/6/2019).

Yuristo menjelaskan, sejauh ini arus mudik yang ada di bandara justru menurun. Dari data traffik mulai dari H-5 hingga H-4, hanya sebanyak 54.145 penumpang.

“Jadi kalau dibandingkan dengan tahun 2018 jumlah penumpang justru mengalami penurunan dalam arus mudik tahun ini. Arus mudik pada Lebaran 2018, mencapai sebanyak 883.669 penumpang,” tandasnya. (pank).