Lelah Revisi, Hingga Indahnya Berbagi Ala Mahasiswa PTB D UM

Suaralantang.com, MALANG – Sabtu (17/6) selepas sholat ashar 15 orang beriringan menggunakan sepeda motor berusaha menerobos padatnya lalu lintas Kota Malang arah ke Kota Batu. Tercatat sebagai mahasiswa aktif Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) angkatan 2013 Universitas Negeri Malang, mereka terlihat tengah berkonsentrasi penuh berkendara sembari sesekali mebetulkan letak bingkisan sumbangan dari donatur yang memenuhi jok motornya.

Ide acara tahunan yang diadakan oleh mahasiswa fakultas teknik ini muncul secara spontan dua tahun silam. Berawal dari keluhan menggunungnya kertas pasca revisi selama satu semester membuat Reksi Syahputra memutar otak untuk mengalih fungsikan kertas bekas tersebut menjadi sesuatu yang berarti bahkan bermanfaat bagi orang lain. Melalui pengumpulan kertas revisi maupun kertas yang tak terpakai dari seluruh anggota se-offering, kami menjualnya kepada pengepul. Hasil dari penjualan, sepenuhnya didonasikan kepada panti yang membutuhkan uluran tangan.

Jika tahun-tahun sebelumnya berada di panti asuhan Darul Hidayah, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, pada semester ke-delapan ini seluruh panitia menyepakati panti asuhan YaBatu(Bina Asih Tunas Unggul) menjadi sasaran kegiatan bakti sosial.

Panti asuhan YaBatu yang diresmikan tanggal 24 Mei 2017 dari sebelumnya berada di  Kecamatan Junrejo Kota Batu terlihat begitu damai. Sambutan hangat dan senyum mengembang oleh 31 anak penghuni panti asuhan yang rata-rata sedang duduk dibangku sekolah dasar dan menengah pertama. Suasana syahdu mengiringi salam dan maksud kedatangan mereka (red:mahasiswa) oleh ketua pelaksana Reksi, dan tak kalah hangatnya diikuti sambutan penerimaan oleh pengurus panti asuhan. Ketika adzan magrib berkumandang memanggil semua yang hadir untuk membatalkan puasanya dengan tiga biji kurma dan segelas susu dan bersegera bergegas menunaikan sholat magrib.

Berlokasi di Jalan Kamboja No.8, Kelurahan Pesanggrahan, Kota Batu, berbuka puasa hari itu memberi kenangan tersendiri khususnya para mahasiswa yang turut menghadiri. Suasana kekeluargaan begitu kental terasa saat menyantap pecel dengan sayuran lengkap serta lauk pauknya yang dihidangkan oleh Ibu Wiwin, Selaku pengurus panti asuhan.

“Mungkin sudah banyak kelompok-kelompok yang melakukan acara amal bakti sosial ditujukan kepada panti asuhan, anak jalanan, dan musafir. Tetapi yang membuat acara ini berbeda dari yang lain adalah ketika kita menemukan kebersamaan dari hal kecil yang mungkin kita tak sempat terpikirkan, Siapa yang sangka setelah berlelah revisi kita mendapati indahnya berbagi.”